Terima dan Kasih
Perihal menerima dan memberi. Setiap dari kita pernah mengalami keduanya dalam konteks apapun itu. Bagian menerima akan selalu lebih menyenangkan dan memberi menjadi hal yang berat. Sama seperti melakoni kehidupan. Saat masih kecil kita hanya tahu menerima dengan banyak dan rasanya menyenangkan sekali; disuap tanpa meminta dan dipilihkan tanpa memusingkan. Tapi yang namanya manusia konon merasa cukup tapi nyatanya tidak punya kepuasan, maka kita akan berharap untuk cepat-cepat dewasa. Bermimpi dapat mengatasi segala hal semaunya dan seinginnya. Tidak tahu kalau pada banyak hal, manusia tidak punya kendali atau andil dalam memutuskan pun menyelesaikan. Meski tubuhnya membesar dan hidupnya berpuluh tahun. Ketika saatnya dewasa dan hidup mulai memperlihatkan kenyatannya. Memikul banyak tanggungan dan jawaban. Dituntut untuk banyak memberi dan menerima kian sedikit. Rasanya seperti ingin kembali menjadi kecil. Ingin meringkuk di bawah ketiak hangat Ibu saja. Tanpa mengkhawatirkan apapun at...