Posts

24 dan Krisis Seperempat Kehidupan

Image
Hai, Re. Hari ini ulang tahunmu. Kau memutuskan untuk menjadi egois sehari. Dari ratusan tanggal di kalender, kau ingin memiliki satu hari spesial. Kau membuat rencana perjalanan untuk dirimu sendiri. Untuk pertama kalinya kau memutuskan untuk merayakannya sendiri.  Sebelum dzuhur kau sudah bersiap-siap, memakai pakaian terbaikmu dan berdandan sebaik mungkin. Lalu kau memesan ksatria hijau dengan dua titik tujuan. Pertama kau pergi mengambil kue ulang tahunmu yang sudah kau pesan sehari sebelumnya. Kue cokelat dengan selai kacang kesukaannmu di tengahnya yang desainnya juga kau pilih sendiri. Kuenya cantik dan enak!  Penjualnya ramah sekali dan dekat dari rumahku, sepertinya akan menjadi toko kue langgananku! Selanjutnya, ksatria hijau membawamu ke salah satu pusat perbelanjaan di tengah kota. Kau akan menghabiskan banyak waktu di sana. Setelah sholat dzuhur, kau langsung menuju restoran udon favoritmu sambil menimbang kemana dan apa yang akan kau lakukan selanjutnya. Kau meme...

23!

Image
Kembali lagi ke beberapa jam sebelum memasuki tanggal mengulang hari kelahiranmu yang ke sekian kali. Kali ini ke dua puluh tiga. Tadi siang kau makan di restoran udon favoritmu, membeli es krim strawberry setelahnya, lalu bernyanyi sepanjang sore, malamnya kau makan kari ayam dengan ketupat dan Ibuk lagi-lagi membelikanmu makanan sebelum benar-benar hari perayaanmu, kali ini roti gulung kayu manis kesukaanmu dengan krim keju di atasnya. Hari ini dipenuhi makanan enak dan semuanya adalah kesukaanmu. Kau merasa sangat bersyukur karena masih bisa memakan semuanya. Satu tahun ini sebenarnya banyak sekali yang terjadi. Kau akhirnya menyelesaikan kuliahmu dengan baik dan lima hari lalu wisuda dan mendapat gelar dengan predikat cumlaude. Kau bahagia dan penuh syukur. Satu tahun belakangan juga hidupmu ramai sekali. Kau dikelilingi banyak teman baik. (Pic by Twitter) Kau tidak tahu apa yang kau rasakan saat ini selain rasa syukur. Tidak ada yang kurang atau lebih dari itu. 23 sounds older, bu...

Dere dan Kenanga(n)

Image
How come a certain scent, taste, place, and music could bring back so much memory? Kalau Dere punya Jalan Kenanga, maka saya punya Jalan Dr. Sutomo sampai Jalan Lasinrang. Dere dan dua ribu lima dengan masa kecilnya, saya dan dua ribu enam dengan masa awal sekolah dasar. Beberapa waktu lalu ketika mengurus beberapa keperluan seminar tugas akhir, tidak sengaja ojek online ku berputar melewati jalan Dr. Sutomo padahal tujuanku berada di jalan Lasinrang. Menyusuri sepanjang jalan Dr. Sutomo membawaku kembali ke tahun-tahun awal sekolah dasar lalu membandingkannya dengan keadaan sekarang, tujuh belas tahun kemudian. Penjual ikan bakar di pojok masih ada, telepon umum di depan sudut wisma sudah tidak ada. Beberapa kafe baru kekinian yang membuat bangunan Mangkura tidak sebesar dulu, mobil angkutan sekolah yang terparkir juga tidak seramai dulu, tidak tau kalau jam segitu mereka lagi mengantar/menjemput atau memang sudah tidak ada. Penjual bakso di seberang gerbang Mangkura pas di depan peru...

Terima dan Kasih

Image
Perihal menerima dan memberi. Setiap dari kita pernah mengalami keduanya dalam konteks apapun itu. Bagian menerima akan selalu lebih menyenangkan dan memberi menjadi hal yang berat. Sama seperti melakoni kehidupan. Saat masih kecil kita hanya tahu menerima dengan banyak dan rasanya menyenangkan sekali; disuap tanpa meminta dan dipilihkan tanpa memusingkan. Tapi yang namanya manusia konon merasa cukup tapi nyatanya tidak punya kepuasan, maka kita akan berharap untuk cepat-cepat dewasa. Bermimpi dapat mengatasi segala hal semaunya dan seinginnya. Tidak tahu kalau pada banyak hal, manusia tidak punya kendali atau andil dalam memutuskan pun menyelesaikan. Meski tubuhnya membesar dan hidupnya berpuluh tahun. Ketika saatnya dewasa dan hidup mulai memperlihatkan kenyatannya. Memikul banyak tanggungan dan jawaban. Dituntut untuk banyak memberi dan menerima kian sedikit. Rasanya seperti ingin kembali menjadi kecil. Ingin meringkuk di bawah ketiak hangat Ibu saja. Tanpa mengkhawatirkan apapun at...

Kesempatan dan Pelajaran

Image
Akhir-akhir ini saya belajar kalau setiap hal selalu memiliki kekurangan dan kelebihan dan manusia tidak akan pernah puas dengan itu. Awal semester 7, dua hari setelah pulang kkn, saya disibukkan dengan laporan kkn, kuliah offline setelah dua tahun online –walaupun hanya empat kelas, jabatan di himpunan, dan ajakan magang di penerbitan kampus. Satu minggu full saya disibukkan dengan empat hal tersebut. Semuanya menuntut untuk dikerjakan dan rasanya tidak ada waktu jeda setelah kkn. Saat itu saya merasa semester akhir dengan sedikit kelas dan jabatan yang sebentar lagi saya lepaskan harusnya bisa membuat saya memiliki waktu istirahat dan kumpul bersama teman-teman yang lebih banyak setelah melewati hiruk pikuk kkn dan hal-hal sebelum itu. Banyak film yang saya tunda untuk ditonton, buku untuk dibaca, dan berbagai hal untuk dilakukan.  Setelah mempertimbangkan banyak hal, memikirkan keputusan terbaik, saya memilih untuk berhenti magang setelah seminggu dan berhasil melayout satu buk...

21 to 22; Magical

Image
Kau baru saja pulang dari bazaar himpunan kampus setelah meminum segelas es kopi susu aren dan berbincang dengan beberapa adik tingkat maupun teman angkatanmu. Mungkin kafein itu yang menjadi alasan kenapa rasa kantuk sama sekali tidak ada saat kau menuliskan ini. Atau kau sengaja menunggu hingga jam menunjukkan pergantian hari menjadi hari kelahiranmu. Kurang lebih setengah jam lagi kau berulang tahun. How do you feel? Are you excited for being 22?  Jawabannya tidak tahu. Kau benar-benar bingung dengan perasaanmu saat ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu kau sambut dengan overthinking dan rasa sedih. Kali ini kau merasa bersyukur. Bersyukur atas apa yang telah kau lalui, dapatkan, dan orang-orang yang telah kau temui.  Kau berubah banyak dan perubahan bukanlah hal yang buruk. Itu artinya kau bertumbuh dan terbentur hingga terbentuk menjadi seperti sekarang.  Dulu kau selalu membenci orang-orang. Sekarang kau malahan ingin bertemu lebih banyak orang lagi...

Kenyataan Kuliah Kerja

Image
Dua hari lalu saya baru saja pulang dari kkn dan saya menuliskan ini dengan period cramps yang lagi buruk-buruknya. Kkn is a life changing phase, menurutku. Banyak sekali yang bisa kuceritakan tentang kkn dan mungkin kalau kuceritakan siapapun akan bosan mendengarnya. Saya sangat bersyukur dan bangga ditempatkan di Desa Nisombalia dengan pemandangan yang sering membuatku takjub dan orang-orang setempat yang sangat ramah. Begitupun dengan manusia-manusia yang menjadi teman rumahku selama 54 hari. Saya bersyukur kami bisa saling menerima dan merasa diterima walaupun ada beberapa sifat yang kurang cocok tapi tetap berusaha untuk memaklumi dan membiasakan diri layaknya saudara. Ferial, Brillianita, Aliyah, Aan, Arya, Sabna, Diah, Finsyani, Fauzi, dan Chika. Tidak lupa Bu Purwani, Wilda, dan Tomy yang sudah berbaik hati memperbolehkan rumahnya untuk dijadikan posko. Ada banyak pelajaran, pandangan, ilmu, kebiasaan, proses, dan masih banyak lagi hal baru tentang kehidupan yang bisa kuambil....