21 to 22; Magical

Kau baru saja pulang dari bazaar himpunan kampus setelah meminum segelas es kopi susu aren dan berbincang dengan beberapa adik tingkat maupun teman angkatanmu. Mungkin kafein itu yang menjadi alasan kenapa rasa kantuk sama sekali tidak ada saat kau menuliskan ini. Atau kau sengaja menunggu hingga jam menunjukkan pergantian hari menjadi hari kelahiranmu. Kurang lebih setengah jam lagi kau berulang tahun. How do you feel? Are you excited for being 22? 

Jawabannya tidak tahu. Kau benar-benar bingung dengan perasaanmu saat ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu kau sambut dengan overthinking dan rasa sedih. Kali ini kau merasa bersyukur. Bersyukur atas apa yang telah kau lalui, dapatkan, dan orang-orang yang telah kau temui. 

Kau berubah banyak dan perubahan bukanlah hal yang buruk. Itu artinya kau bertumbuh dan terbentur hingga terbentuk menjadi seperti sekarang. 

Dulu kau selalu membenci orang-orang. Sekarang kau malahan ingin bertemu lebih banyak orang lagi. Kau membuka hatimu seluas mungkin agar banyak nama baru yang bisa kau masukkan ke dalamnya. Walaupun kau tahu akan selalu ada perpisahan mengikuti. Tapi, tidak apa-apa. Setiap orang memiliki fasenya, bukan? Kau boleh menjaganya semampumu dan melepaskannya jika memang masanya sudah habis. Beberapa orang mungkin singgah hanya sebentar dan kau tidak memiliki apapun untuk diberi sebagai ucapan terima kasih, tapi kau selalu dan hanya bisa mengirimkannya doa agar mereka selalu dilindungi dan disayang oleh Tuhan. Hanya doa yang kau punya dan bisa kau beri sebagai balasan.

Orang yang paling tahu dirimu adalah dirimu sendiri. Jangan pernah memikirkan tanggapan orang lain tentang dirimu karena itu hak mereka untuk menilai dan bagaimana kau berbuat adalah pilihanmu. 

Kau juga percaya kalau menolong orang adalah sebuah manifestasi. Tidak usah berharap akan dibalas serupa atau membayangkan bagaimana balasannya nanti, cukup membantu dan sisanya biarkan Tuhan bekerja.

Untuk pilihan-pilihan yang kau pilih, kuharap kau tidak pernah menyesalinya. Akan masih banyak lagi pilihan-pilihan di depan yang harus kau pilih. Kuharap kau bisa memutuskan setiapnya dengan pertimbangan baik seperti sebelumnya. Hidup selalu menyoal pilihan dan menyesal sepertinya tidak seharusnya muncul. Karena apapun itu, akan selalu menjadi yang terbaik untuk dirimu. 

Kau juga mulai mengenal, merasakan, dan  menerima setiap perasaan yang muncul. Kau mencoba memproses semua perasaan yang kau rasa, walaupun terkadang ketika rasa senang menghampiri kau selalu menyambutnya dengan terlalu antusias. 

Jangan pernah berhenti berproses dan bertumbuh. Tetaplah mekar di manapun itu. Tetap menyala walaupun kadang kau merasa mulai meredup. 

Nikmati segala proses yang kau jalani, karena itu tidak datang dua kali. Semoga setiap benturan akan terus membentukmu menjadi manusia yang baik.

Terima kasih karena selalu bertahan walaupun angin mulai terasa kencang. 

Selamat mencoba berbagai hal baru, mengunjungi tempat-tempat baru, dan bertemu orang-orang baru. 

Mari mendewasa dengan bahagia!

Forever proud,

Re yang berumur 21 tahun.

Comments

Popular posts from this blog

Kesempatan dan Pelajaran

Menjadi Dewasa

11th Of September