Menjadi Dewasa

Apa yang menandakan seseorang sedang menjalani proses menjadi orang dewasa?

Baru kemarin untuk pertama kalinya saya datang ke pernikahan salah satu teman baikku. Untuk pertama kalinya saya merasakan menjadi orang dewasa. Rasanya senang sekali, bangga, terharu. Kebahagiaan jelas terpancar dari dirinya dan menular ke saya. Melihatnya menemukan orang yang akan menemani hidupnya rasanya senang sekali sekaligus lega. Setidaknya Ira tidak sendiri dan semoga mereka selalu saling membersamai.

Keesokan harinya, hari ini, salah satu teman baik sekaligus tetanggaku berpulang. Rasanya sedih sekali. Membayangkan kalau dia sudah tidak ada ketika nanti saya berkunjung ke warungnya, rasanya sedih sekali. Saya tidak pernah membayangkan kalau dia akan berpulang secepat ini menyusul Ibunya. Dia adalah orang yang baik. Dia bukan yang paling baik, tapi semua kebaikannya membuktikan kalau dia adalah orang yang baik. Bagaimana bisa dunia kehilangan orang sebaik dia? Saya baru saja pulang dari rumah sekaligus warungnya. Saya datang dengan pakaian yang sering kali kupakai ketika membeli makanan di warungnya, tapi kali ini dengan kerudung berwarna hitam. Langit mendung seakan ia turut sedih karena kehilangan Andri. 

Kata Yu Inem–tantenya, sebelum meninggal, Andri mengirimkan pesan kepada salah satu tetangga terdekatnya dan mengatakan kalau dia ingin berlari kencang tetapi hujan deras sekali. Memang tadi malam hujan cukup deras. Ternyata Andri memilih untuk menembus hujan dan berlari dengan kencang. Dia berlari pulang ke pelukan-Nya. Semoga dia bahagia karena sudah tidak merasakan sakit dan bertemu dengan Ibunya. Semoga Yu Nem, Kakak, dan Ayahnya diberi ketabahan dan kekuatan. Andri adalah orang baik. Dan akan selalu baik dalam ingatan orang-orang. 

The process of growing up is weird, isn't it?

But life is about those two things, right? Happiness and sadness. Life and the contradiction. As a human being we must be ready to face both.

Comments

Popular posts from this blog

Kesempatan dan Pelajaran

11th Of September