Berkunjung ke Pulau Cerita


Pulau Cerita adalah pertunjukkan teater kolaborasi antara Papermoon Puppet Theatre dari Indonesia dan Polyglot Theatre dari Australia dan merupakan program pertunjukan literatur anak dalam acara Makassar International Writers Festival. Ini tahun pertamaku berkunjung ke MIWF dan membuatku sangat menyesal karena tidak berkunjung di tahun-tahun sebelumnya. Semua hal yang ada di MIWF sangat menyenangkan. Tidak perlu bertopeng di sana, cukup jadi diri sendiri akan membuatmu menikmati segala hal. Tawa riang dan senyum tidak sulit didengar dan tidak segan dikeluarkan. Selama ada di sana kau akan berkawan dengan rasa senang dan merasakan energi positif yang luar biasa.

Seperti yang kusebutkan di awal kalimat, Pulau Cerita adalah pertunjukkan teater penuh imajinasi yang terletak di Taman I La Galigo di Fort Rotterdam. Taman itu diumpamakan sebagai Pulau Cerita. Ada 3 pulau kecil di dalamnya, selebihnya adalah lautan biru.

Berkunjung ke Pulau Cerita.


Ada perahu besar yang bisa membawamu ke pulau-pulau kecil dalam Pulau Cerita, Perahu Pustaka namanya. Kau hendak kemana? 

Yang pertama, ada pulau memancing dengan perahu-perahu kecil yang bersandar di pesisirnya. Kau bisa memancing imaji di sana. Kedua, ada “Pulau Membuat Perahu”. Ada banyak perahu-perahu baru di sana dan tentu saja siap berlayar ke penjuru pulau. Yang terakhir, ada “Pulau Membuat Buku” dengan buku-buku baru yang siap disebar di penjuru Pulau Cerita. 



Perahu Pustaka bisa membawamu dari pulau satu ke pulau lainnya. Kau juga bisa mengendarai perahu sendirian, tapi kau harus menumpang di Perahu Pustaka terlebih dahulu, lalu turun di pulau memancing untuk mengambil perahu kecil. 
Ketika berlayar kau bisa melihat ikan-ikan yang berkumpul di pesisir laut atau sesekali ada duyung yang lewat. 

Kupilih peran sebagai ikan kala itu. Bukan karena apa, hanya saja mengamati dari pinggir laut sepertinya menyenangkan. Tapi tentu saja menjadi  penumpang perahu seribu kali lebih menyenangkan.



Tidak lupa dengan tiga orang anak kecil sebagai bajak laut cilik jahil yang mengejar perahu milik seorang perempuan baik hati. Tiga bajak laut itu terus mengejar dan berhasil membuat ikan-ikan di pesisir tertawa melihatnya. 


Jika bisa pergi ke sana, kau ingin jadi apa dan hendak kemana?

Ps. Jangan jadi ikan sepertiku, kau akan menyesal.

Comments

Popular posts from this blog

Kesempatan dan Pelajaran

Menjadi Dewasa

11th Of September