20 and One Year Older
Kau menulis ini saat kau sudah selesai sholat isya dan mengantuk sekali tapi tidak bisa tertidur. Tidak mau lebih tepatnya. Padahal kemarin kau baru saja mengerjakan tugas sampai pukul 2 pagi. Kau mungkin tidak ingin cepat-cepat menjadi 21 tahun. Menikmati setiap waktu hingga jam menunjukkan pergantian hari. Karena kau tahu, kalau kau tidur sekarang kau akan bangun pagi-pagi dan sudah menjadi 21 tahun. Sebenarnya, tidak ada perubahan signifikan. 20 ke 21. Hanya saja pengalaman yang akan kau rasakan lebih hebat dari sebelumnya.
Bukankah hal yang kau sukai dari ulang tahun sudah mulai kau rasakan, Re? Itu mengapa kau lebih senang dengan hari sebelum ulang tahunmu dibanding hari ulang tahunmu sendiri. Kau merasa dicintai dan kau mendapatkan hadiah (walaupun hal ini tidak terlalu penting) tapi tetap saja kau merasa bahagia karenanya. Kau juga sudah merequest kue apa yang akan diberikan padamu esok hari. Karena kau tidak suka kejutan dan surprise ulang tahun terlalu klise menurutmu. Bukan tidak menghargai, tapi kejutan di hari ulang tahun dengan kue tidak lagi membuatmu terkejut.
Kau tahu dirimu tidak pernah ingin memberi beban yang dibalut dengan harapan-harapan. Kau hanya ingin dirimu tumbuh dengan bahagia sebagaimana kau selalu mengatakannya pada setiap kawanmu yang berulang tahun.
Sejujurnya, kau bingung sekarang. Ada rasa excited, bahagia, sedih, semuanya bercampur jadi satu. Tapi yang paling penting kau merasa bersyukur atas segala hal yang telah terjadi. Kau sangat bersyukur dan bahagia bahkan ingin menangis karena beberapa tahun terakhir beberapa orang berusaha membuat ulang tahunmu menjadi hari yang spesial. Kau sangat berterima kasih kepadanya.
Kau harus ingat kalau orang-orang mencintaimu tapi hidup tidak selalu tentangmu, Re. Kau tidak spesial dan cukup menjadi dirimu sendiri lalu terserah orang-orang akan menerimamu atau tidak. Selama kau berbuat baik, kau akan baik-baik saja. Tapi kau tidak harus berbuat baik dengan mengorbankan emosimu. Kau harus lebih jujur terhadap segala rasa dam emosi yang datang menghampirimu. Tolak jika tidak mau, bicara jika ingin bicara. Jangan menahannya. Kau berhak merasakan segala emosi yang ada pada dirimu.
Jaga dirimu baik-baik. Karena orang lain tidak bisa melakukannya untukmu.


Comments
Post a Comment